Masih Tentang Ujian Nasional

Posted: 13 April 2017 in Lagi Serius

Setelah ditahun sebelumnya aturan UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, ternyata ini memberikan dampak yang cukup baik jika ditinjau dari mental siswa  dalam menghadapi UN. Siswa tidak lagi terlalu cemas dan ketakutan  karna hasil UN tidak menentukan kelulusan. Tetapi sebahagian siswa malah terlalu santai tanpa memikirkan nilai UN yang akan didapatkan. Padahal nantinya ada Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) yang memuat nilai dengan rentang tertentu serta dengan kategori pencapaiannya, Amat Baik, Baik, Cukup dan Kurang.

Bagi siswa yang nyantai, mereka tidak peduli apapun hasilnya di SHUN, namun bagi yang menginginkan nilai yang tinggi sebahagian makin semangat belajar, tanpa harus ada beban tidak lulus. Dan anehnya kecurangan-kecurangan seperti tahun-tahun sebelumnya tetap juga terjadi. Aneh ya.

Pelaksanaan UN 2017 kembali dengan beberapa trobosan baru, salah satunya adalah jumlah pelajaran yang diujikan dalam UN hanya 4 pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan satu pilihan mata pelajaran jurusan. Ini juga seharusnya menjadi tambahan motivasi bagi siswa untuk tetap giat belajar walaupun tidak menjadi faktor penentu kelulusan, alasannya karna salah satu mata pelajaran diujiankan adalah mata pelajaran pilihan mereka.

Selain siswa untuk siswa, aturan pilihan mata pelajaran ini juga dapat menjadi penyemagat guru dalam mengajar. Memang jumlah siswa yang memilih pelajaran tertentu tidak menjadi indikator keberhasilan guru mengajar di kelas, namun setidaknya bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi, baik oleh guru mata pelajaran sendiri bahkan bagi sekolah secara keseluruhan. Selain itu tentunya nilai yang didapat siswa dalam Ujian Nasional nanti dapat pula dijadikan bahan evaluasi berikutnya. Yang jelas hasil yang diperoleh harus dari UN yang dilaksanakan dengan jujur dan tanpa kecurangan.

Salah satu yang cukup dibanggakan di SMA Negeri 3 Tapung dalam hal Ujian Nasional adalah komitmen Ujian Nasional Jujur yang memang selalu di koar-koarkan oleh setiap guru. Jika dibandingkan dengan sekolah lain, mungkin nilainya masih dibawah rata-rata. Tahun ini dengan aturan pemilihan pelajaran yang memang diserahkan ke siswa untuk memilih, ternyata pilihan siswa pun sangat bervariasi. Untuk IPA, kimia menjadi pelajaran yang terfavorit dengan 61 orang peminat dari total 117 orang siswa. Sementara Ekonomi juga menjadi pelajaran terfavorit di jurusan IPS dengan 47 orang dari 97 siswa. Untuk pelajaran lain seperti Biologi, Fisika, Geografi dan Sosiologi tetap diminati siswa dengan jumlah pemilih hampir sama.

20170405_102353

Hal ini sejalan dengan kondisi belajar saat pengayaan pelajaran pilihan, hampir seluruh siswa bersemangat belajar dan secara tidak langsung ada bentuk persaingan dari setiap pelajaran untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Semagat belajar seperti ini seakan menjadi tidak berarti jika nanti pelaksanaan UN diwarnai kecurangan. Semoga saja UN 2017 ini berjalan lancar tampa kecurangan, sehingga hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama. Semoga.

Studytour merupakan kegiatan tahunan SMANTiTa yang dikhususkan untuk siswa/i kelas XI yang akan naik ke kelas XII. Selain untuk ajang wisata siswa, kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan siswa dan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam kegiatan ini juga diagendakan kunjungan industri dan observasi lapangan ke berbagai kampus yang ada di daerah tersebut.

Selama pelaksanaannya, studytour ini selalu mendapat sambutan yang positif dari siswa maupun orang tua siswa. Walaupun membutuhkan anggaran dana yang cukup besar, namun efek positif dari kegiatan ini benar-benar dirasakan siswa. Sebagian besar siswa termotivasi kuliah karena mengunjungi kampus-kampus ternama dan kunjungan langsung ke industri. Ada juga yang termotivasi untuk belajar dan ingin kuliah hanya kerna suka jalan-jalan. Bagi mereka untuk bisa menikmati keindahan alam diberbagai tempat, tentunya dibutuhkan dana yang cukup besar. Untuk itu diperlukan pekerjaan yang baik yang dapat menghasilkan uang banyak, solusi saat ini adalah belajar yang rajin, biar bisa kuliah dan dapat kerja. Pikiran yang sederhana, namun memberikan motivasi untuk semangat mengejar mimpi.

409728_2351403913539_1503365300_31873769_2140675140_n

Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya yang diadakan pada saat liburan  naik kelas, studytour kali ini diadakan bulan desember. Hal ini dikarnakan pada liburan kenaikan kelas itu bertepatan dengan liburan puasa dan lebaran, sehingga kegiatan ini dipercepat. Masalah tujuan, sepertinya Sumatra Barat memang menjadi tujuan favorit siswa-siswi SMANTiTa. Selain karna alamnya yang indah, anggaran biaya yang diperlukan juga menjadi bahan pertimbangan siswa.

Selain untuk menambah wawasan dan motivasi belajar siswa, kegiatan ini juga sangat memberikan dampak yang baik untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan diantara siswa-siswi SMANTiTa. Kegiatan  pembelajaran yang dikemas dalam ajang wisata namun disisipkan  juga kegiatan-kegiatan yang menarik seperti diadakan acara malam keakraban,  membuat kegiatan ini menjadi lebih berkesan bagi siswa. Dengan demikian diharapkan  rasa cinta terhadap almamater selalu terjaga diantara siswa-siswi setelah mereka menjadi alumni.

Menjadi Pemimpin di Usia Muda

Posted: 17 Oktober 2016 in Lagi Serius

(RIAUPOS.CO) – Menjadi pemimpin bukan hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil. Seorang pemimpin dituntut untuk bisa menjadi pembuat kebijakan yang bijak. Pengalaman berbicara banyak dalam hal menjadi sosok seorang pemimpin.

Aktif pada saat perkuliahan tidak hanya sekadar belajar, namun juga aktif dalam bergai organisasi yang justru menempa diri dengan pengalaman-pengalaman. Berbagai organisasi kemahasiswaan terbutki mampu melahirkan pemimpin unggul di masyarakat.

Hal tersebut juga yang membuat Syaiful Afrizon SPd bisa menjadi pemimpin yang kuat. Aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di organisasi kepemudaan serta pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) jelas-jelas memberikan pelajaran buat alumnus Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tahun 2003 ini.

Buktinya, d itempat ia mengabdi justru memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum pada usianya yang masih muda.

Syaiful Afrizon, S.Pd

‘’Ini amanat yang besar. Tapi ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama berkuliah sangat memberikan saya arti bagaimana memimpin yang benar. Jika melihat usia memang kayaknya belum banyak pengalaman, tapi keinginan untuk terus belajar yang membuat saya siap,’’ terang pria berkacamata yang biasa disapa Ipul.

Ipul yang pada saat kuliah dikenal kritis atau orang yang memiliki rasa ingin tahu yang besar ini, menyebutkan pada awal dipercaya menjadi wakasek sempat ada keraguan. Namun, belajar dari apa yang didapatnya pada masa kuliah, ia menjadi lebih kuat. Bahkan ia menyebutkan dirinya lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depannya. Basic sebagai tenaga pengajar yang juga berhubungan dengan kurikulum menjadi tambahan pengalaman yang dikombinasikan dengan ilmu yang didapatnya di Universitas Riau beberapa waktu lalu.

Sempat juga ada beberapa orang yang menilainya belum siap menjadi seorang pemimpin mengingat usianya yang masih seumur jagung dalam profesi tenaga pendidikan. Namun ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasinya untuk lebih maju dan lebih baik.

‘’Tantangan dari luar tentu ada, tapi itu adalah penyemangat yang tidak tampak. Artinya, jika ketidakyakinan orang itu bisa kita jawab dengan keberhasilan, tentu rasanya itu lebih manis dibandingkan tanpa usaha. Dalam prinsip saya, bagaimana orang yang mengkritik itu adalah orang yang paling sayang dengan kita dan memotivasi kita untuk lebih maju. Yang muda juga membuktikan diri bisa berkarya,’’ katanya.(ade)

Salah satu upaya memotivasi siswa dalam berbagai kegiatan kesiswaan, SMA Negeri 3 Tapung rutin mengadakan studi banding ke beberapa sekolah unggulan di provinsi Riau. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa dan juga untuk meningkatkan motivasi serta kreatifitas siswa dalam berbagai kegiatan. Dengan mengikuti studi banding ini diharapkan siswa lebih mengenal sekolah lain dan kegiatan-kegiatan yang ada disana. Dengan demikian mereka bisa menilai serta menerapkannya di sekolah sendiri.

Tahun-tahun sebelumnya SMA Negeri 3 Tapung mengarahkan tujuan studi banding ke sekolah-sekolah unggulan di Pekanbaru, seperti SMA Negeri Plus, SMA Negeri 8 PKU dan SMA Negeri 5 PKU. Namun tahun ini kita mencoba mencari tujuan ke daerah, SMA Negeri 1 Ujungbatu lah yang dipilih.Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, bapak Ponidi, M.PdI yang juga selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa pemilihan SMA Negeri 1 Ujungbatu menjadi tujuan studi banding kali ini adalah karna SMA Negeri 1 Ujungbatu merupakan sekolah unggulan di Rohul. Selain prestasi bidang akademik, SMA Negeri 1 Ujungbatu juga menonjol dibidang olahraga.

img_20160927_112536

Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan studi banding ini diantaranya silaturahmi dan temu ramah keluarga besar SMA Negeri 3 Tapung dengan Keluarga Besar SMA Negeri 1 Ujungbatu. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dan kreatifitas siswa. Kegiatan yang ditunggu-tunggu adalah pertandingan persahabatan .  Pertandingan tersebut diantaranya voli, sepak bola dan bola basket.

SMA Negeri 3 Tapung sangat antusias dengan kegiatan ini, hal ini terlihat dengan berbagai persiapan yang dilakukan siswa maupun guru selama dua minggu terakhir. Kita berharap semoga acara besok pagi (sabtu, 15 oktober 2016) dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana. Semoga.

 

EXPOST juara Liga SMANTiTa 2016, dan borong beberapa penghargaan

Posted: 30 September 2016 in Tak Berkategori

Gelaran pertandingan sepak bola Liga SMANTiTa 2016 yang sudah berlangsung selama 3 bulan ditutup dengan pertandingan final yang seru antara tim kuda hitam SMANTiTa u-50 melawan kelas XII ipa 2 yang lebih dikenal dengan nama EXPOST.

Tim SMANTiTa U-50 awalnya diprediksi hanya sebagai peramai kompetisi ini, dikarnakan didominasi oleh bapak-bapak guru yang berusia diatas 30 tahun. Namun karna semangat yang tinggi, mereka berhasil melewati babak penyisihan dengan menjuarai grup A yang dianggap grup neraka. Kemudian berhasil menembus babak final walaupun dengan perjuangan yang sangat melelehkan karna menghadapi lawan-lawan yang cukup tangguh.

dsc_6931

Hal yang berbeda terlihat pada tim EXPOST, dari awal memang mereka termasuk tim unggulan yang diperkirakan akan menjadi juara. Setiap pertandingan mereka menang dengan skor yang cukup meyakinkan. Dari komposisi pemain juga terlihat bahwa sebagian besar tim ini diisi oleh pemain inti SMANTiTa FC. Selain itu, mereka juga didukung oleh suporter yang sangat setia dan selalu hadir meramaikan setiap pertandingan EXPOST.

 

Pertandingan babak penyisihan hingga putaran semi final diadakan sore hari setiap jum’at dan sabtu. Namun khusus babak final digelar pagi sabtu setelah kegiatan senam pagi. Pertandingan babak final ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari seluruh siswa dan guru-guru SMANTiTa. Pertandingan final berlangsung seru dengan kedua tim saling menyerang. Walaupun EXPOST lebih diunggulkan karna memiliki pemain yang memiliki kemampuan merata, namun SMANTiTa U-50 berhasil memimpin setelah Pak De Sulaiman berhasil mencuri gol dipenghujung babak pertama.

dsc_7064

Diawal babak kedua EXPOST langsung mendominasi pertandingan dengan serangan-serangan cepat, hingga berhasil menyamakan kedudukan. Pertandingan semakin panas setelah EXPOST membalikan keadaan. Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir kembali kedudukan sempat menjadi imbang, namun tambahan dua gol lagi membuat EXPOST memang tampil meyakinkan jadi juara dengan skor 4-2.Kemenangan EXPOST ini tentunya juga didukung oleh suporter yang sangat heboh dan kreatif, sehingga mereka pun berhasil mendapat penghargaan sebagai suporter terbaik.

Dalam pertandingan sebelumnya, jum’at sore, X2 berhasil menjadi juara tiga setelah mengalahkan XII ips 2 lewat adu pinalti. Riski Efendi, penjaga gawang dari XII ips 2 menjadi pemain terbaik sepanjang gelaran Liga SMANTiTa. Sementar Ari Putra, penyerang EXPOST menjadi pencetak gol terbanyak dengan 14 gol.

dsc_7071

Penutupan Liga SMANTiTa berlangsung meriah  diakhiri dengan pengalungan medali pemenang dan pemberian piala juara dan piala bergilir Liga SMANTiTa oleh kepala SMA Negeri 3 Tapung bapak Syafrudin Ilyas, M.Si.

dsc_7088

Beberapa tahun belakangan, Sungai Hijau menjadi tempat favorit masyarakat untuk bersantai bersama keluarga. Tempat pemandian ini yang sebenarnya hanya aliran sungai melalui kebun karet warga, kini menjadi pembicaraan seiring dengan publikasi di media sosial. Bahkan banyak media-media online yang memberitakan dan menjadikan Sungai Hijau salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kampar.

20160912_170006

Asal-usul nama sungai hijau dikarnakan karna aliran air yang sangat bening, sehingga pantulan warna hijau dedaunan disekitar sungai  dan tumbuhan dalam air membuat warna air sungai seolah bewarna hijau. Masyarakat setempat mengenal nama sungai ini dengan nama Sungai Salo. Karna memang sungai ini mengalir diwilayah kecamatan salo. Pembangunan jalan lingkar luar kota Bangkinang membuat sungai ini menjadi menarik untuk tempat beristirahat. Berawal dari tempat singgah melepas penat setelah berkendara, hingga menjadi trendig topik diberbagai media sosial.

Seiring makin banyaknya pengunjung, masyarakat pun mulai mengelolah tempat ini. Walaupun hanya dikelolah swadaya, namun ternyata hasilnya menjanjikan. Sebelumnya hanya Sungai Hijau yang berada di tepi jalan lingkar yang dikunjungi wisatawan, namun saat ini sudah banyak dibuka tempat tempat lain, ada sungai hijau 2, sungai hijau 3, sampai sungai hijau 4 yang berada paling atas dari aliran sungai ini.

Saat libur lebaran idul adha kemaren, saya sempatkan membawa keluarga piknik ke salah satu tempat di sungai hijau, tepatnya di Sungai Hijau 4 Puncak. Memang sudah beberapa kali saya ke sungai hijau, tapi baru kali ini yang sampai ke Sungai Hijau 4 Puncak. Suasana yang asri, air sungai yang dingin dan bening, ditambah jalan perbukitan yang indah membuat saya langsung terpikir buat membantu mempromosikan tempat ini. Sehingga banyak orang yang bisa merasakan keindahannya.

20160912_170842

Selain untuk tempat piknik keluarga, tempat ini juga bisa dijadikan tempat mengadakan kegiatan lapangan bagi pelajar dan mahasiswa, misalnya kegiatan perkemahan pramuka atau kegiatan pelantikan. Harapannya untuk kedepan, semoga tempat ini dikelola secara profesional dan fasilitas penunjang dapat dibangun. Semoga.

Sore ini ,Rabu 03 Agustus 2016 Liga SMANTiTa akan mempertemuka tim dari Majelis Guru SMANTiTa yang menamai tim mereka SMANTiTa U-50( SMAN 3 Tapung Under 50 tahun) berhadapan dengan kelas XII ips 3 dalam lanjutan babak penyisihan grup A. Bagi kelas XII ips 3, ini laga kedua mereka setelah sebelumnya kalah 0 ; 1 dari XII ips 1 dalam laga pembukan Liga SMANTiTa. Untuk itu mereka berharap bisa mengalahkan bapak-bapak guru dan mencuri poin demi mengamankan posisi mereka di klasemen sementara Grup A.

Namun sebaliknya , SMANTiTa_U-50 tidak mau menghadapi pertandingan perdana  ini dengan santai. Walaupun didominasi pemain gaek, yang rata-rata antara 30 sampai 50 tahun,  SMANTiTa_U-50 sangat antusias dan optimis bisa memenangkan laga ini. Ini sebagai ajang pembuktian bagi pemain-pemain veteran yang (ngaku) dulunya pernah menjadi pemain profesional. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pemain SMANTiTa_U-50 Syaiful Afrizon, S.Pd di sela-sela kesibukan kerjanya sebagai waka bid kurikulum.

Pertandingan nanti sore  akan menjadi pertandingan yang seru mengingat sebahagian besar pemain SMANTiTa_U-50 sudah lama gantung sepatu. Akankan para veteran ini bisa membuktikan diri dan tampil sebagai kuda hitam, ataukah malah menjadi tim penghibur saja. Kita tunggu saja pembuktian dilapangan nanti.

Berikut profil singkat salah satu pemain junior SMANTiTa_U-50

SAM_2045

Nama : Syaiful Afrizon, S.Pd

Tempat dan Tanggal Lahir : Kampar, 02 Februari 1985

Karir Junior : Akademi Sepak Bola Bangkinang (1998-2000)

Karir profesional :

1.  Kelas 1_5 FC (Satu_lima FC) dan kelas 2_5 FC (dua_lima FC) , pernah mengikuti Liga SMAN 1 Bangkinang (2000-2002) beberapa kali dimainkan, karna kelas kekurangan pemain.

2. Himaprostpek FC (Pend. Kimia UR), Pernah mengikuti Liga FKIP UR (2003-2005)   dan selalu menjadi pemain cadangan di beberapa musim liga.

3.  Menjadi pengamat, pelatih dan komentator pertandingan sepak bola di Play Station (2005-2006)

4. Gantung Sepatu dan Gantung Stik PS semenjak 2006, karna ingin fokus kuliah.

5. Mulai 2010 bergabung dengan SMANTiTa_U-50, tapi belum pernah bertanding.