Berbagai cara dilakukan oleh siswa dalam meluapkan kebahagian setelah dinyatakan lulus dari SMA. Salah satu yang sering dilakukan adalah tradisi coret-coret baju seragam. Ritual ini selalu berbarengan dengan konvoi sepeda motor dan ugal ugalan dijalan raya.

Namun walaupun demikian, masih banyak juga siswa yang mengungkapkan kebahagian dengan melakukan syukuran dan aksi-aksi sosial. Salah satunya terlihat di SMA Negeri 3 Tapung. Dari pagi siswa sudah terlihat sibuk mengumpulkan bahan pokok yang akan digunakan untuk aksi sosial. Aksi sosial yang dilakukan berupa kegiatan pembagian sembako untuk masyarakat yang kurang mampu yang berada disekitar lingkungan sekolah.

WhatsApp Image 2018-05-03 at 12.26.37

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala SMA Negeri 3 Tapung Bapak Aldela,S.Ag, M.PdI yang didampingi Wakil Bidang Kurikulum Bapak Syaiful Afrizon, S.Pd dan Wakil Bidang Kurikulum Bapak M. Hariri Mustofa, M.Pd. Dalam Sambutannya kepala sekolah memberikan apresiasi yang sangat besar kepada siswa karena telah merubah pandangan masyarakat yang selama ini mengganggap kegiatan lulus-lulusan hanya berupa kegiatan hura-hura dan mengganggu masyarakat. Namun saat ini malahan sebaliknya, masyarakat sangat merasaakan manfaat secara langsung dari kegiatan ini. Kepala sekolah juga berharap semoga tradisi ini dapat berlanjut dan dapat diikuti juga oleh sekolah-sekolah lain.

WhatsApp Image 2018-05-03 at 12.25.53

Setelah acara pembukaan siswa-siswi langsung berkelompok berkeliling menuju zona yang telah ditentukan. Mereka mencari keluarga yang kurang mampu yang pantas menerima sembako yang mereka bagikan. Kemudian setelah sembako dibagikan mereka kembali kesekolah untuk melaporkan dan menandatangani fakta integritas tidak akan melakukan kegiatan mencoret-coret pakaian seragam. Setelah itu amplop yang berisi pengumuman kelulusan baru dibagikan kepada siswa.

Walaupun terlihat sepele, dengan membagikan sembako, ternyata kegiatan ini memberikan dampak yang luar biasa. Awalnya hanya upaya mengisi kegiatan syukuran dengan kegiatan positif untuk mengurangi kegiatan hura-hura. Namun ternyata kegiatan ini juga dapat menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian dari siswa. Banyak siswa yang bercerita bahwa ternyata banyak masyarakat yang hidup sederhana, mereka sangat bersyukur menerima sembako yang dibagikan. Bahkan sampai ada masyarakat yang meneteskan airmata saat menerima pemberian sembako dari siswa-siswi SMA Negeri 3 Tapung.

Kita berharap semoga kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi budaya bagi siswa-siswi SMA Negeri 3 Tapung untuk kedepannya. Kita juga berharap semoga dapat diikuti oleh sekolah sekolah lain. Semoga.

 

 

 

Iklan

Beberapa jam lagi akan dilaksanakan pengumumun kelulusan sekolah tingkat SMA. Selalu menjadi masalah ketika pengumuman kelulusan ini di isi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti tradisi mencoret-coret seragam sekolah yang selalu terjadi tiap tahunnya. Setiap tahun pun selalu dibicarakan bagaimana upaya yang dilakukan untuk menghindari kegiatan ini.

Berbagai metode pengumuman dilakukan, mulai dengan sistem papan tulis di sekolah yang diubah dengan pengumuman melalui amplop tertutup, melalui SMS ke nomor HP orang tua ataupun pengumuman melalui online juga sudah dilakukan. Bahkan tak jarang sekolah mengumumkannya sore, ada juga yang sampai malam. Ini semua adalah untuk mengupayakan agar siswa tidak perlu datang kesekolah dan tidak berkumpul. Dengan begitu kegiatan coret-coret seragam sekolah bisa dikurangi.

71736_106020479570363_1462716403_n

Tetapi buktinya tetap saja siswa menunggu pengumuman dengan berkumpul dan merayakan kelulusan dengan coret-coret bahkan kegiatan lainnya seperti konvoi kendaraan bermotor dengan ugal-ugalan hingga larut malam.

Sepertinya memang sulit untuk diatasi, jadi kalau begitu harusnya tidak ada pengumuman kelulusan. Siswa selesai Ujian Nasional langsung mengadakan perpisahan. Dan jika saja ijazah sudah selesai tinggal pengurusan ijazah dan SKHUN tanpa harus ada pengumuman kelulusan.Bukan kah kelulusan tidak tergantung hasil UN? Kelulusan ditentukan oleh Sekolah. Tidak ada pengumuman kelulusan, pasti tidak ada perayaan kelulusan. Begitu kira-kira.

Selamat Hari Pendidikan.

 

Anggota pramuka SMANTiTa mengikuti kegiatan perkemahan jum’at sabtu minggu (perjusami) yang diadakan oleh Kwaran Kampar Utara. Kegiatan yang bertajuk Pertemuan Penegak dan Pendega ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai jum’at tanggal 20 sampai dengan minggu tanggal 22 April 2018. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dalam berorganisasi dan juga menjalin silaturahmi antara anggota penegak dan pendega lintas Kwaran yang ada di Kabupaten Kampar. Selain itu kegiatan ini juga memberikan wawasan dan tambahan ilmu kepada anggota pramuka melalui pendalaman materi-materi kepramukaan. Kegiatan juga diisi dengan acara pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan dan kegiatan sosial berupa kegiatan donor darah.

IMG_0448

Kegiatan ini diikuti oleh 124 orang peserta yang merupakan utusan dari 16 sekolah SMA/sederajat yang ada dikabupaten kampar. Murut penjelasan panitia, memang tidak semua sekolah yang diundang, dikarnakan keterbatasan sarana dan sarana penunjang lokasi perkemahan. Persiapan yang mendesak juga salah satu faktor yang menyebabkan panitia harus memilih-milih sekolah untuk diundang.

IMG_0436

Walaupun demikian, pelaksanaan kegiatan Pertemuan Penegak dan Pendega yang dilaksanakan Kwaran Kampar Utara ini sangat sukses dan manfaatnya sangat terasa oleh peserta. Peserta berharap kegiatan semoga tahun depan dapat bertemu lagi dalam kegiatan  sejenis. Jika saja kegiatan seperti ini dipersiapkan dengan matang dan dididukung oleh semua pihak, tentunya akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Semoga.

Sabtu, 24 Maret 2018 diadakan latihan gabungan pramuka penegak se Kwaran Tapung yang langsung di buka oleh Kamabigus SMA Negeri 3 Tapung bapak Syafrudin Ilyas, M.Si. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dari Kwaran Tapung yang sangat bersemangat mengadakan kegiatan latihan gabungan ini.

Selanjutnya beliau berharap semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan memberikan hasil yang positif bagi gerakan pramuka, khususnya di wilayah Tapung. Sekolah akan sangat mendukung kegiatan kegiatan seperti ini, salah satu upaya agar generasi muda memiliki kegiatan yang bermanfaat.

WhatsApp Image 2018-03-23 at 9.17.50 PM

Tidak hanya panitia, anggota pramuka penegak juga begitu antusias. Terbukti dengan kehadiran peserta sebanyak 250 orang . Panitia optimis dengan kegiatan ini semangat siswa/i untuk ikut pramuka akan kembali meningkat.

Kegiatan latihan gabungan ini akan diadakan sekali sebulan dengan tempat yang berpindah pindah. Selain latihan akan diadakan perlombaan sehingga peserta semakin semangat.

Kedepannya akan dikembangkan program-program kegiatan lain, seperti perkemahan, gotong royong, haking bersama, naik gunung, ataupun kegiatan kekinian lainnya. Jangan sampai pramuka dianggap ketinggalan zaman, maka kegiatanya harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Dengan pamanfaatan teknologi dan sosial media, kegiatan pramuka makin dikenal dan diminati. Semoga

Career Day

Posted: 31 Januari 2018 in Tak Berkategori

Dalam rangka menjadikan alumni yang tangguh dan handal, insya Allah di SmanTiga Tapung akan diadakan kegiatan CAREER DAY sekaligus training motivasi bagi Siswa kelas XII pada hari Sabtu, 3 Februari 2018 jam 08.00 WIB – Selesai. Dengan menghadirkan motivator : Fitra Lestari, PhD (dosen teknik mesin UIN Suska Riau)

Acara ini juga dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Kampar. Dan akan dimeriahkan penampilan Akustik dari Bengkel Seni Smantita, Parade Budaya Kampar SMANTiTa, dan STAND-STAND BIMBEL dan PERGURUAN TINGGI.

Bagi kampus-kampus yang akan berpartisipasi dalam stand tersebut bisa langsung mendaftar ke Bapak Syaiful Afrizon Domo (081365607532) dan M Hariri Mustofa (082386014040).

NB. Bagi sekolah lain yang akan bergabung dipersilahkan langsung hadir karena acaranya GRATIIIISSS !!!

Meriahkan Hari Jadi Kampar, SMANTiTa adakan Festival Budaya Ocu.

Posted: 31 Januari 2018 in Tak Berkategori

Setelah sebelumnya sukses dengan perlombaan Berbalas Pantun dan Lomba Bermain Gasing dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Riau, kali ini SMA Negeri 3 Tapung akan mengadakan perlombaan antar kelas yang dikemas dalam acara Festival Budaya Ocu. Kegiatan ini tentunya dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Kampar. Dalam kegiatan ini akan diadakan beberapa lomba yang berkaitan dengan budaya kabupaten kampar. Adapun lomba tersebut diantaranya adalah Pawai Budaya dan Festival Band.

Kegiatan pawai budaya akan diikuti oleh seluruh kelas, setiap siswa akan mengenakkan pakaian yang mencerminkan kehidupan dan budaya masyarakat kampar sehari-harinya. Misalnya pakaian uwang pai ka ladang, uwang ma motong, uwang pai ma mukek boba, uwang pai manjalo ikan, ma muek batu, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat Kampar. Demikian dijelaskan oleh Bapak Syaiful Afrizon, S.Pd selaku Wakasek bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Tapung, dengan logat acu yang kental.

IMG_20170206_142508

Sementara itu lebih lanjut ketua panitia Bapak M. Hariri Mustofa, M.Pd yang juga merupakan Wakasek bidang Kesiswaan menjelaskan bahwa dalam festival band, setiap grup membawakan dua buah lagu, salah satu lagu yang wajib di tampilkan adalah Logu Ocu yang diaransement ulang oleh siswa. Selama kegiatan berlangsung juga akan diadakan kuis Rangking Satu, yang pertanyaannya berkaitan dengan sejarah, budaya dan bahasa Kampar.

Kepala SMA Negeri 3 Tapung Bapak Syafrudin Ilyas, M.Si menjelaskan bahwa adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Untuk kedepannya kegiatan seperti ini akan semakin ditingkatkan dengan menambah jenis lomba yang lain, misalnya festival calempong ataupun lomba baghandu.

Kegiatan Festival Budaya Ocu SMANTiTa ini insyaAllah akan gelar pada hari Sabtu 3 Februari 2018 di lapangan SMA Negeri 3 Tapung. Walaupun banyak sekolah yang ingin mendaftar, namun tahun ini kegiatan dikhususkan hanya untuk siswa-siswi SMA Negeri 3 Tapung. Dengan persiapan yang lebih matang, mungkin saja tahun-tahun berikutnya bisa dijadikan ivent yang bisa diikuti SMA se kabupaten kampar. Semoga.

Masih Tentang Ujian Nasional

Posted: 13 April 2017 in Lagi Serius

Setelah ditahun sebelumnya aturan UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, ternyata ini memberikan dampak yang cukup baik jika ditinjau dari mental siswa  dalam menghadapi UN. Siswa tidak lagi terlalu cemas dan ketakutan  karna hasil UN tidak menentukan kelulusan. Tetapi sebahagian siswa malah terlalu santai tanpa memikirkan nilai UN yang akan didapatkan. Padahal nantinya ada Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) yang memuat nilai dengan rentang tertentu serta dengan kategori pencapaiannya, Amat Baik, Baik, Cukup dan Kurang.

Bagi siswa yang nyantai, mereka tidak peduli apapun hasilnya di SHUN, namun bagi yang menginginkan nilai yang tinggi sebahagian makin semangat belajar, tanpa harus ada beban tidak lulus. Dan anehnya kecurangan-kecurangan seperti tahun-tahun sebelumnya tetap juga terjadi. Aneh ya.

Pelaksanaan UN 2017 kembali dengan beberapa trobosan baru, salah satunya adalah jumlah pelajaran yang diujikan dalam UN hanya 4 pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan satu pilihan mata pelajaran jurusan. Ini juga seharusnya menjadi tambahan motivasi bagi siswa untuk tetap giat belajar walaupun tidak menjadi faktor penentu kelulusan, alasannya karna salah satu mata pelajaran diujiankan adalah mata pelajaran pilihan mereka.

Selain siswa untuk siswa, aturan pilihan mata pelajaran ini juga dapat menjadi penyemagat guru dalam mengajar. Memang jumlah siswa yang memilih pelajaran tertentu tidak menjadi indikator keberhasilan guru mengajar di kelas, namun setidaknya bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi, baik oleh guru mata pelajaran sendiri bahkan bagi sekolah secara keseluruhan. Selain itu tentunya nilai yang didapat siswa dalam Ujian Nasional nanti dapat pula dijadikan bahan evaluasi berikutnya. Yang jelas hasil yang diperoleh harus dari UN yang dilaksanakan dengan jujur dan tanpa kecurangan.

Salah satu yang cukup dibanggakan di SMA Negeri 3 Tapung dalam hal Ujian Nasional adalah komitmen Ujian Nasional Jujur yang memang selalu di koar-koarkan oleh setiap guru. Jika dibandingkan dengan sekolah lain, mungkin nilainya masih dibawah rata-rata. Tahun ini dengan aturan pemilihan pelajaran yang memang diserahkan ke siswa untuk memilih, ternyata pilihan siswa pun sangat bervariasi. Untuk IPA, kimia menjadi pelajaran yang terfavorit dengan 61 orang peminat dari total 117 orang siswa. Sementara Ekonomi juga menjadi pelajaran terfavorit di jurusan IPS dengan 47 orang dari 97 siswa. Untuk pelajaran lain seperti Biologi, Fisika, Geografi dan Sosiologi tetap diminati siswa dengan jumlah pemilih hampir sama.

20170405_102353

Hal ini sejalan dengan kondisi belajar saat pengayaan pelajaran pilihan, hampir seluruh siswa bersemangat belajar dan secara tidak langsung ada bentuk persaingan dari setiap pelajaran untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Semagat belajar seperti ini seakan menjadi tidak berarti jika nanti pelaksanaan UN diwarnai kecurangan. Semoga saja UN 2017 ini berjalan lancar tampa kecurangan, sehingga hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama. Semoga.