Senyuman manismu membuatku semakin sakit

Posted: 14 Agustus 2012 in Becanda dikit ya

“Berbuka lah dengan yang manis-manis” mungkin kata-kata itu sering kita dengar, terutama di bulan puasa ini. Kata-kata itu juga yang membuat saya termotivasi untuk mengikuti acara buka bareng dengan rekan-rekan kerja, teman-teman sekolah dan teman-teman kuliah dulu yang manis-manis. He..he..

Kali ini saya bukan ngebahas acara buka barengnya, karna memang target saya untuk acara buka bareng dengan teman-teman itu adalah agenda minggu keempat puasa, minggu pertama hingga ke tiga saya fokuskan buat buka bareng dengan keluarga mana tau taon depan saya udah bekeluarga pula

Awal-awal puasa saya menderita sakit gigi yang luar biasa. Selain kurang menikmati ibadah puasa, saya juga kurang menikmati buka puasanya, terutama buat ngikutin berbuka dengan yang manis-manis tadi itu. Dulunya sempat periksa ke dokter gigi,  saat itu dokternya sempat merekomendasikan kalo giginya di cabut, tetapi saya malah pengen lobang di gigi ini di tambal aja. Saya gak mau ompong di usia se muda ini. Tapi karena kali ini sakitnya gak tertahankan, saya memutuskan untuk kembali ke dokter itu dan nyerah, ngikutin saran dia yang dulu.

Biasanya, pelayanan adalah bahagian dari pengobatan. Seorang pasien akan merasa tenang jika disambut oleh pelayanan yang baik dan ramah. Terlebih lagi jika yang ngelayanin nya cantik dan masih muda. Tetapi kali ini sangat beda yang saya rasakan. Pada saat tiba di klinik, saya langsung disambut senyuman oleh bu dokter dan beberapa perawat. Bukannya sembuh, malahan gigi saya makin sakit. Mungkin karna senyuman bu dokter dan perawatnya manis kali ya…… hehe.

Ternyata kalau kita lagi sakit gigi, semuanya jadi serba salah. Senyum manis yang diberikan oleh bu dokter dan perawatnya, sebenarnya adalah bentuk pelayanan yang ramah, malahan bagi saya seolah-olah senyuman itu adalah bentuk senyuman kebahagian, karna ada pasien datang. Malahan sempat ter pikir kalau mereka bergembira diatas penderitaan saya. Atau juga bentuk cemoohan mereka kepada saya, karna dulunya telah dianjurkan kalau sebaiknya gigi saya yang berlobang ini di cabut saja. Tapi saya ngeyel, nah rasain lah sakitnya……

Singkat cerita, suasana itu berubah ketika bu dokter dengan ramah memeriksa saya, dan memberikan obat penahan rasa sakit. Sedikitpun tidak ada menyalahkan saya mengapa dulunya saya tidak mendengarkan nasehat dan usulan dia. Memang dokter yang baik. Setelah sakitnya sudah tidak terlalu terasa lagi, dokternya kembali nawarin bagaimana kalo seandainya dicabut saja, dan dengan yakin saya menjawab “iya’. Proses eksekusipun dimulai.

Pencabutan ini tidak berjalan mulus, kebetulan posisi giginya agak sulit dan terlalu terjepit. Sehingga butuh usaha yang keras dari bu dokter dan perawatnya. Suasana langsung berubah ketika saya mendengar percakapan antara bu dokter dan perawatnya, kira-kira begini :

Dokter : giginya agak terjepit, tahan ya… agak sakit nih…

Saya      : …@#**&^%* (nahan sakit)

Dokter  : tolong ambilkan kampak (ngomong ke perawat)

Saya       : **&%$&*% (terkejut, pura-pura pingsan)

Ternyata kampak yang dimaksud bukan seperti yang saya bayangkan, hanya lah peralatan kecil, normal kayak peralatan dokter gigi pada umumnya. Hanya saja ntah namanya beneran kampak, atau akal-akalan bu dokter yang mau membikin saya cemas. Atau malahan saya yang salah mendengar karna sudah terlanjur cemas dan takut dari awal. Prosesnya berjalan lancar, sehingga saya terbebas dari sakit gigi. Namun luka bekasnya masih terasa hingga empat hari kemudian.

Dan sekarang saya siap untuk berbuka dengan yang manis manis. Termasuk dengan orang-orang manis. senyum semanis apapun gak kan masalah bagi gigi saya. hanya saja senyum saya yang kurang manis, karna dah ompong gigi grahamnya, heheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s