Sebuah Pembuktian, Walaupun Hanya Buat Mereka Yang Suka Nge_gosip di Kedai Kopi

Posted: 30 April 2011 in Becanda dikit ya

Seperti janji saya sebelunya, kali ini saya  akan ceritain suka duka liburan paket hemat saya beberapa waktu yang lalu. Berawal dari mana…? Dari awal rencana keberangkatan lah ya…

Ya, awalnya kepergian saya ke Padang disebabkan oleh isu-isu yang tidak enak. Banyak isu-isu yang memojokkan propesionalisme guru dalam pelaksanaan UN. Bahkan orang-orang yang suka ngabisin waktu di kedai kopi, pernah ncemeeh saya gara-gara selalu pulang kesorean, karna ngasih belajar tambahan buat persiapan UN. Gini dialog nya :

  • NN : ” Jan serius-serius bonau le Pak Guru, isuk UN kan ba tunjuk an juo nyo ( pake bahasa ocu, kira-kira artinya : Jangan serius-serius kali lah Pak guru, Besok UN akan ditunjukkan juga)
  • Saya : ” Tau dari mana??? (serius saya bingung, walopun pernah dengar isu yang sama. Namanya juga guru baru, belum tau apa-apa)
  • NN : ” hahahah….Rahasia umum…..!!!”

Kira-kira gitu lah pokoknya….

Yupz, sebagai guru, tentunya saya tak bisa terima dunk. Ada beberapa hal yang mengganggu perasaan saya. Pertama, enak ajja mereka ngebilang kalo kita akan curang. Padahal kita dah capek-capek mengajar murid-murid kita untuk pintar, e… malah dibilang mo curang, tu kan sama ja dengan ngajarkan kebohongan. Saya rasa tak kan ada guru yang berpikir sesempit itu. Kalo oda palingan itu oknum.  Pemerintah juga dah membuat aturan tegas tentang ini, tak kan ada yang berani curang lagi. Kedua, saya tidak terima, koq kita hanya digosipin di kedai kopi ya, pengennya di tipi-tipi lah, di infotainment gitu tulisannya salah apa benar ya, setidaknya nyaingin Briptu Norman….he..he..

Sepertinya memang sepele, tak harus ditanggapi serius. Saya tak mau ajja kalo semua orang menilai guru kayak gitu, saya yakin kalo ada itu hanya sebagian kecil. Tetapi masalahnya ngapa kok hampir semua orang menduga gitu ya?. Makanya dengan alasan itu, saya sengaja untuk tidak hadir di sekolah pada saat UN berlangsung memang aturannya gitu, guru-guru yang ngajar UN tak boleh berada di sekolah. Saya tak mau di tuduh curang.  Saya rasa ini tak perlu di bahas, banyak kan postingan yang lebih berkualitas yang membahas tentang ini.

Mumpung lagi libur, tak ada kerjaan, dari pada bengong dirumah, ato ujung-ujung nya malah juga digosipkan curang, lebih baik saya jalan-jalan deh. Dengan sedikit dana pinjaman dari ortu, berangkat lah saya ikut sama Pak Vandi Fernandezz pulang kampung, sekalian liburan Paket Hemat.

Setidaknya itu sebuah pembuktian bahwa saya tidak mau curang. Saya mau UN ini jujur. Walaupun mungkin sebagian bilang pembuktian saya ini hanya lah pembuktian untuk mereka yang sering ngegosip di kedai kopi tapi apakah orang-orang itu suka nge_net ya? kalo iya,  saya rasa mereka bukan bloger yang baik. Dengan kata lain apa yang saya lakuin ini tak berarti.  Saya tidak peduli. Postingan ini memang tidak bisa memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Tapi saya berharap kedepanya orang-orang agar berhati-hati untuk menyebarkan isu-isu yang tak jelas. Selain itu saya juga berharap semoga guru-guru jangan terganggu kinerjanya gara-gara isu murahan kayak gini. Kalau memang kita jujur, jangan takut. Jika ada yang ngeremehin kita, buktikan ke dia, kalo kita jujur. Tapi bagi oknum-oknum yang curang kalau ada hati-hati aja, suatu saat anda akan ketahuan. Karna sekarang dunia begitu canggih, semua orang bisa memantau dan melaporkan. Bahkan saya juga menerima laporan-laporan isu kecurangan UN di berbagai tempat.

UN telah berakhir, tetapi tetap saja menimbulkan pro dan kontra. Pelaksanaan nya selalu menyisakan masalah. Gimana pun UN Harus Jujur. UN JUJUR HARGA MATI………!!!!

Komentar
  1. zoelpasto mengatakan:

    Bg sebenarnya itulah pendidikan…kita sebagai guru sangat yakin dengan kemampuan siswa/- kita, tp sistem lah yg merusak…
    1. Kepala dinas menginstruksikan kepada semua kepala sekolah. Apapun cara nya semua siswa harus lulus
    2. Karna sudah ada tekanan dari atas, kepala sekolah menginstruksikan kepada semua guru bidang studi UN agar smua siswa lulus
    3. Guru……………..harus bagaimana…………

    Atu lg bg, yg diceritain masalah UN ato liburan paket hemat sih..??????????

  2. Syaiful Afrizon, S.Pd mengatakan:

    Pak Zoel, yang di harapkan semua pihak adalah LULUS, trus mengapa harus curang kalo kita yakin siswa kita mampu untuk LULUS?
    intinya di kesiapan kita dan siswa, kalo kita telah bekerja maksimal nyatanya masih ada yg gagal, itu mah bukan salah kita lagi. Mungkin ajja ada faktor-faktor lain yg menjadi tanggung jawab pihak-pihak lain, misalnya pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s